Minggu, 08 Desember 2019

Pindah Alamat Blog : Endah Asmo

Desember 08, 2019 0 Comments
Halo Semua...

Terima kasih jika kamu sudah sampai di blog ini.

Tulisan saya masih berlanjut koq tapi sudah tidak diposting di blog ini. Saya pindah. Iya, tulisan-tulisan saya telah memiliki rumah baru. Saya akan senang sekali jika teman-teman masih bersedia bekunjung heheeh

Saya tunggu kunjungan teman-teman di www.endahasmo.com . Sampai jumpa ^_*

Senin, 26 November 2018

XYCLO : Imajinasi Ruang 7 Perupa Muda, Terbebas dari Beban Definisi Karya Seni

November 26, 2018 0 Comments
Ahad (25/11) bertempat di Galeri Kertas (Studio Hanafi), Cinere, Depok, 7 Perupa Muda menampilkan karya dalam sebuah pameran bertajuk XYCLO (syaiklo – red).  Ialah Amiko, Asmoadji, Jinggam, M. Raka Septianto, Ivan Oktavian, Kevin Nathaniel, dan Gilang Mustofa, di bawah kurator perupa senior Ugeng T. Moetidjo. Selama 4 jam acara ini dipandu oleh Milliyya, seorang beauty blogger  yang juga merupakan Sekretaris PSI Jakarta.


Milliyya (Dok. Ibra Aghari)


Minggu, 25 November 2018

KARAKTER UTAMA DALAM FILM KOREA INI BERAKHIR TRAGIS

November 25, 2018 1 Comments
Tak selamanya film dengan jalan cerita yang bagus berakhir happy ending. Berikut deretan
film Korea yang harus kamu tonton meski tokoh utama dalam film diceritakan meninggal.

1. Unforgettable Love (2016)

Gambar mungkin memiliki hak cipta

Film ini dirilis secara internasional dengan judul Pure Love. Mengangkat tema mengenai persahabatan anak pesisir pantai dengan latar tahun 90-an, lengkap dengan pakaian berwarna cerah berpotongan oversize, radio tape, dan kapal-kapal penangkap ikan sederhana yang tertambat di dermaga.

Rabu, 24 Oktober 2018

Full Spoiler Dear Nathan : Hello Salma

Oktober 24, 2018 0 Comments

Judul : Dear Nathan Hello Salma
Tanggal Rilis : 25 Oktober 2018
Sutradara : Indra Gunawan
Produksi : Rapi Films
Genre : Komedi Romantis
Produser : Gope T. Samtani
Pemain : Amanda Rawles, Jefri Nichol, Devano Danendra, Susan Sameh
Durasi : 101 menit

Dear Nathan : Hello Salma merupakan sekuel Dear Nathan. Disajikan dengan unsur komedi, film drama remaja ini tak hanya mengangkat hura-hura kisah cinta di sekolah tapi juga hubungan antara keluarga dan sahabat.

Rabu, 01 Agustus 2018

3 Drama Korea yang Tak Kucintai

Agustus 01, 2018 2 Comments
Annyong...

Kali ini ku mau share pendapat tentang drama korea khusus buat chingu-chingu semua tsah hahaha

Menjadi penikmat drama korea sejak bangku SMP membuat saya sudah cukup banyak menonton judul drakor. Dimulai hasutan almarhum bapake yang waktu itu nonton drakor berjudul MPV yang kalo ga salah tayang sore hari di SCTV. Awalnya kaget dan ngeledek kebiasaan bapake suka drakor, secara laki-laki tua gitu kan? Tapi menurut bapake jalan cerita drakor tuh bagus, banyak pesan moral, ga ribet macem sinetron Indonesia yang berkutat dengan Kisah-kisah perselingkuhan dan rebutan harta.

Tapi dari semua hal bagus yang bisa dipetik dari drakor, saya sendiri punya daftar drakor yang disesali setelah menonton. Koq bisa sih? Ada beberapa alasan soal ini, jadi mari kita simak...

Jumat, 23 Februari 2018

Di Balik Meja Kasir : Anak Baru Supermarket

Februari 23, 2018 0 Comments
Melanjutkan cerita saat saya bekerja di supermarket sebagai anak baru. Cusss...

Cerita anak baru yang kena peloncoan udah ga asing lagi di telinga sebenernya, tapi beruntunglah saya yang tidak mengalami ini di Superindo Mampang. Ada 2 faktor penting kenapa menjadi anak baru ga terlalu berat; pertama adalah karena senior yang ga merasa punya senioritas, dan yang kedua adalah pelanggan yang saling mengahargai. Tindakan senioritas para senior adalah neraka bagi anak baru bodoh macam saya ini, sering melakukan kesalahan atau lupa input barang ga kemudian membuat mereka jadi marah tapi justru membuat mereka lebih ketat lagi mengawasi saya dalam bekerja. Dan soal pelanggan, ahh, di Superindo Mampang kami bisa bercengkrama hangat dengan mereka seperti seorang kawan lama yang baru bertemu kembali. Rasanya? Menyenangkan!

Selasa, 13 Februari 2018

Surat Cinta untuk Jokowi

Februari 13, 2018 0 Comments
Saya paham, di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna kecuali dalam drama Korea. Putri Pak Joko, Kahiyang Ayu, mungkin tahu ada sebuah judul drama yang menceritakan makhluk bernama Goblin yang bisa mengabulkan hal-hal di luar nalar manusia. Menciptakan emas saat mabuk, membaca masa depan seseorang, pergi ke berbagai penjuru dunia dalam hitungan detik, bahkan juga bicara dengan malaikat maut, semua itu bisa dilakukannya dengan mudah.

Rabu, 31 Januari 2018

Di Balik Meja Kasir: Panggilan Kerja

Januari 31, 2018 0 Comments
Waktu itu sekitar Mei 2005 saat saya mendapat telepon panggilan kerja. Dari sekian banyak lamaran yang saya sebar kala itu, berbekal ijazah SMK, akhirnya ada yang tembus juga. Salah satu jaringan supermarket terbesar di Indonesia, menawarkan sebuah kesempatan untuk  bekerja di sana. Lion Superindo. Saya ingat hari itu Kamis, dan saya diminta untuk datang pada Jumat pagi ke daerah Ancol, tepatnya di Jalan Lodan Raya. Saya menepuk dahi. Ah, saya kan enggak tahu daerah sana!

Saya menyampaikan kabar itu pada emak dan bapak yang kemudian disusul saran agar bapak mengantar saya ke Lodan. Tentu saja saya senang. Alhamdulillah, semoga saya diterima. Doa saya kala itu.

Senin, 08 Januari 2018

Cek KBBI #1

Januari 08, 2018 0 Comments
Masih bingung menentukan mana penulisan kata yang benar? Yuk intip...

1. Ustadz atau Ustad?
Penulisan yang benar untuk gelar seorang guru agama adalah USTAZ

2. Mushola atau Mushalla?
Penulisan yang benar untuk rumah ibadah adalah MUSALA

3. Sholat atau Shalat?
Penulisan yang benar untuk ibadah muslim adalah Salat

Semoga bermanfaat 😊

Selasa, 02 Januari 2018

Wirausaha Kacangan

Januari 02, 2018 0 Comments
Mengambil langkah berbeda merupakan sebuah keberanian. Memilih melepas pekerjaan kantoran dan mulai berdagang adalah sebuah kegilaan yang saya lakukan di penghujung tahun 2017.

Penghasilan tetap tak kurang dari 5juta rupiah, mampir di rekening saya tiap bulan. Namun, hal itu harus ditebus oleh tingginya level stress yang saya alami. Jalanan yang macet dan tekanan pekerjaan, kemudian membuat saya sering jatuh sakit. Tubuh saya berontak, lambung saya tak dapat mencerna nasi, kaki saya tak dapat menopang berat badan, dan pikiran saya terus menerus mengumandangkan rasa lelah. Dan saya pun akhirnya memilih untuk menyerah. Saya resign pada tanggal 2 November 2017.

Rabu, 13 Desember 2017

Korban Sinetron

Desember 13, 2017 0 Comments
Sudah banyak tulisan yang membahas tentang cerita sinetron di Indonesia yang kian hari makin kurang realistis. Dari mulai cerita yang terlalu lebay hingga dandanan yang terlalu heboh. Sayangnya, jatuhnya korban sinetron-sinetron itu bukan hanya terjadi pada penonton setianya, tapi juga pada orang-orang di sekitar mereka.

Kita pasti ingat bagaimana beberapa kali tindakan perundungan anak sekolah dasar hingga lanjutan tingkat akhir yang dilakukan oleh teman seusia mereka, beredar di masyarakat berupa video di media sosial. Sebagian kita bahkan mungkin tahu bagaimana tindakan tersebut tidak hanya meninggalkan trauma psikis, namun juga bisa merenggut nyawa para korban. Jika sudah seperti ini, tidakkah kita bertanya apakah peran sebenarnya dari Komisi Penyiaran Indonesia atau Lembaga Sensor Indonesia? Tidakkah ada tindakan nyata untuk mengurangi konten kekerasan dalam sebuah tayangan televisi?

Kamis, 23 November 2017

TERTINGGAL (Bag. 7)

November 23, 2017 0 Comments
Malam terasa mencekik. Di kursinya, Jhe duduk dengan gelisah. Kematian terasa mendekat terlalu cepat, sedang masa lalunya tengah sibuk menyusup ke dalam kepalanya. Jhe ingin berteriak. Dadanya seakan disusupi ribuan potongan besi.

Berkali-kali dia berpikir tentang hidupnya sendiri. Waktu-waktu yang telah dilaluinya sendiri. Keputusan yang dia ambil hingga pertemuan paling tak diharapkan dengan Noe, pria kurus yang sebisa mungkin ingin dihindarinya. Dan pertemuannya dengan Kai.

Rabu, 15 November 2017

Senin, 13 November 2017

TERTINGGAL (Bag. 4)

November 13, 2017 0 Comments
Kai menggigit pulpennya seraya melemparkan pandangan keluar jendela. Tidak yakin dengan hal yang akan ditulis pada buku harian barunya. Cangkir kopinya telah kosong sejak sepuluh menit lalu dan dia belum juga menemukan ide. Otaknya serasa beku.

Perasaan kesal yang luar biasa tiba-tiba menghantam dada Kai. Dia tidak akan sebingung ini jika saja Jhe tidak mengikuti sebuah ide aneh untuk memberinya buku harian. Kai belum mengerti manfaat dari rutinitas menulis buku harian. Dan bahasan tentang mengenali emosi sama sekali tidak dipahami oleh Kai. Mengapa semua itu menjadi penting di mata Jhe?

Sabtu, 11 November 2017

TERTINGGAL (Bag. 3)

November 11, 2017 1 Comments
Kai sengaja membuang waktunya di taman dengan memperhatikan anak kecil yang berlarian dan orang lalu-lalang. Dia mengenakan T-Shirt longgar, celana olahraga dan slip-on, tangannya erat menggenggam kantong minuman soda dingin. Jarum jam di tangan kanannya berada pada posisi di bawah angka 2.

Sudah 3 hari Jhe tak datang ke taman. Dan meski mereka sudah berteman selama beberapa waktu, Jhe mengaku tidak memiliki ponsel untuk dapat dihubungi. Mereka hanya mengandalkan kebetulan untuk bertemu. Kai mulai berpikir bahwa ucapan teman anehnya itu tentang melupakan hubungan mereka adalah sesuatu yang serius. Kai menarik napas.

TERTINGGAL (Bag. 2)

November 11, 2017 0 Comments

Sore menempel di punggungku dengan malas.  Di ujung jalan,  pintu rumah telah menunggu kepulanganku dari siang yang melelahkan.

"Kau sudah pulang," sapa ibuku berbasa-basi saat aku menutup pintu dengan ujung jari kaki. Aku hanya mengangguk alih-alih menjawab kalimatnya. Dengan tubuh lelah, kujatuhkan tubuh di sofa.

"Seseorang mengirimu paket. Ibu meletakkannya di tempat tidurmu," tambah ibu.

TERTINGGAL (Bag. 1)

November 11, 2017 0 Comments
Suhu ruang restoran terasa mulai turun. Laki-laki muda menaikkan kerah bajunya sekali lagi, sekadar memastikan bahwa tengkuknya terlindung dari udara dingin yang menghantamnya. Dengan sengaja dia mengembuskan napasnya kuat-kuat.
Perempuan muda di hadapannya duduk tanpa berkata. Di bibirnya terselip sesapan dari segelas es cola di atas meja, menatap pria muda dengan sabar.
"Kau bilang apa tadi?" ujar perempuan muda akhirnya.