Tampilkan postingan dengan label Review Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Film. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 November 2018

KARAKTER UTAMA DALAM FILM KOREA INI BERAKHIR TRAGIS

November 25, 2018 1 Comments
Tak selamanya film dengan jalan cerita yang bagus berakhir happy ending. Berikut deretan
film Korea yang harus kamu tonton meski tokoh utama dalam film diceritakan meninggal.

1. Unforgettable Love (2016)

Gambar mungkin memiliki hak cipta

Film ini dirilis secara internasional dengan judul Pure Love. Mengangkat tema mengenai persahabatan anak pesisir pantai dengan latar tahun 90-an, lengkap dengan pakaian berwarna cerah berpotongan oversize, radio tape, dan kapal-kapal penangkap ikan sederhana yang tertambat di dermaga.

Rabu, 24 Oktober 2018

Full Spoiler Dear Nathan : Hello Salma

Oktober 24, 2018 0 Comments

Judul : Dear Nathan Hello Salma
Tanggal Rilis : 25 Oktober 2018
Sutradara : Indra Gunawan
Produksi : Rapi Films
Genre : Komedi Romantis
Produser : Gope T. Samtani
Pemain : Amanda Rawles, Jefri Nichol, Devano Danendra, Susan Sameh
Durasi : 101 menit

Dear Nathan : Hello Salma merupakan sekuel Dear Nathan. Disajikan dengan unsur komedi, film drama remaja ini tak hanya mengangkat hura-hura kisah cinta di sekolah tapi juga hubungan antara keluarga dan sahabat.

Rabu, 01 Agustus 2018

3 Drama Korea yang Tak Kucintai

Agustus 01, 2018 2 Comments
Annyong...

Kali ini ku mau share pendapat tentang drama korea khusus buat chingu-chingu semua tsah hahaha

Menjadi penikmat drama korea sejak bangku SMP membuat saya sudah cukup banyak menonton judul drakor. Dimulai hasutan almarhum bapake yang waktu itu nonton drakor berjudul MPV yang kalo ga salah tayang sore hari di SCTV. Awalnya kaget dan ngeledek kebiasaan bapake suka drakor, secara laki-laki tua gitu kan? Tapi menurut bapake jalan cerita drakor tuh bagus, banyak pesan moral, ga ribet macem sinetron Indonesia yang berkutat dengan Kisah-kisah perselingkuhan dan rebutan harta.

Tapi dari semua hal bagus yang bisa dipetik dari drakor, saya sendiri punya daftar drakor yang disesali setelah menonton. Koq bisa sih? Ada beberapa alasan soal ini, jadi mari kita simak...

Sabtu, 12 November 2016

Resensi : Author Anonymous (2014)

November 12, 2016 0 Comments


          Diceritakan sebuah kelompok penulis dengan motto ‘semua untuk satu’ yang ingin mencapai kesuksesan bersama seperti salah seorang anggota grup, Hannah (Kaley Cuoco) melalui film dokumenter. Disutradarai oleh Ellie Kanner dan skenario oleh David Congalton membawa film ini ke dalam genre komedi.

Dikisahkan Alan Mooney (Dylan Walsh) demi impian sang istri, Colette Mooney (Teri Polo) yang terobsesi untuk menjadi penulis, mengajak Hannah, William Bruce (Jonathan Bennet) , Henry Obert (Chris Klein) dan John K. Butzin (Dennis Farina) untuk membentuk kelompok penulis. Dua tiga kali dalam seminggu, mereka bertemu untuk mendiskusikan hasil tulisan mereka.

Minggu, 30 Oktober 2011

The Perfect House

Oktober 30, 2011 4 Comments
Sore tadi sepulang dari rumah seorang teman, saya sengaja menyambangi (ciah... bahasane) salah satu bioskop di daerah Kota Depok. Bukan tanpa sebab saya memutuskan menonton film ini, setelah membaca ulasannya di beberapa laman internet dan teriming-imingi embel-embel terpilihnya film ini sebagai official selection di Puchon International Fantastic Film Festival 2011 , maka tanpa ragu saya pun menukarkan sejumlah uang dengan selembar tiket  bioskop.

Lumayan BT saya nunggu pemutaran film yang molor sampe kira-kira 15 menit, hadeeeehhh....
Note: Saya gak mau ngeriview jalan cerita film ini,cuma curhat menurut penilaian saya aja dan bukan maksud menyinggung siapa pun. Kalo mau tau jalan cerita selengkapnya tontong aja langsung :D

Dari awal film ini (seperti kebanyakan film thriller psikologi) kita udah di"bimbing" untuk menilai: siapa yang bakal jadi jahat, siapa yang misterius, siapa yang kelihatan lemah dan siapa yang bakal menang. Penonton seperti di"giring" Nidji untuk memihak salah satu tokoh dan menebak siapa yang jahat. Tidak mau kecewa, saya tidak mau memihak salah satu tokoh film ini. Gak mau usil menerka-nerka dan ikut alur cerita aja.

Cerita berjalan cukup cepat menurut saya, gak bertele-tele tapi juga gak terlalu istimewa. Gak ada adegan yang meledak-ledak atau "waw". Zzzzz.... Dua adegan yang cukup bikin kaget adalah penampakan Si Kecil Yanuar dan Lulu di mimpi Julie yang tampil dengan wajah yang rusak. Selebihnya? Gak ada setan disini. Namun entah kenapa saya justru merasa simpatik dan terpaut pada Yadi, tukang kebun (iya bukan sieh..?) yang ternyata masih keluarga Madame Rita, yang justru mati di tangan Madame Rita sendiri (Madame Rita gak tega ngeliat Yadi lama banget sekaratnya, jadi sekalian ditusuk hiks....

Diakhir film penonton akhirnya tersadar setelah diguyur kenyataan. Jreng! Selamat Anda Semua Keliru, mungkin itulah yang ingin disampaikan film ini. Bahwa kita gak boleh tergesa-gesa menilai seseorang dari tampilan luarnya saja. Teliti dulu, selidiki dulu, baru tau. Ooo gitu...

Jadi inget Orphan...

Jumat, 19 November 2010

HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS

November 19, 2010 0 Comments
Huiiii............




Baru aja pulang nonton HarPot di PH. Buat yang udah lama gak nonton ke PH coba deh dateng lagi. Keadaan PH udah berubah lho. Gak lagi bernama 21 tapi XXI. Pokoknya gak ada lagi bangku berderit deh....

Ngomongongin HarPot edisi penghabisan pokoknya gak akan rugi nontonnya. Adegan actionnya lebih banyak, seru banget. Tapi rada gak suka pas adegan waktu Ron dan Harry di hutan and mau ngancurin horcruxes pake pedang (lupa namanya). Disitu Ron di kasih halusinasi dimana Harry and Hermione yang lagi bermesra-mesraan dan kayaknya dengan nafsu and birahi super tinggi. Gak pantes buat diliat anak-anak!!! Jadi saya menyarankan untuk orang tua agar melarang anaknya menonton film ini. Takut akibatnya....


Tapi di luar dari adegan itu HarPot keren, walau para penggemar Mad-Eye (kayak saya) harus kecewa karena gak akan ngeliat orang paling bawel di serial HarPot lagi. Hiks....

Jalan ceritanya lumayan cepet tapi masih bisa diikutin koq. Ketegangan terasa dihampir semua scene, disemua tempat, disemua menit. Penonton benar-benar tidak diberikan waktu untuk rileks kayaknya, maklum edisi penghabisan...

BTW, buat saya, overall HarPot? Keren dah.....