Minggu, 30 Oktober 2011

The Perfect House

Sore tadi sepulang dari rumah seorang teman, saya sengaja menyambangi (ciah... bahasane) salah satu bioskop di daerah Kota Depok. Bukan tanpa sebab saya memutuskan menonton film ini, setelah membaca ulasannya di beberapa laman internet dan teriming-imingi embel-embel terpilihnya film ini sebagai official selection di Puchon International Fantastic Film Festival 2011 , maka tanpa ragu saya pun menukarkan sejumlah uang dengan selembar tiket  bioskop.

Lumayan BT saya nunggu pemutaran film yang molor sampe kira-kira 15 menit, hadeeeehhh....
Note: Saya gak mau ngeriview jalan cerita film ini,cuma curhat menurut penilaian saya aja dan bukan maksud menyinggung siapa pun. Kalo mau tau jalan cerita selengkapnya tontong aja langsung :D

Dari awal film ini (seperti kebanyakan film thriller psikologi) kita udah di"bimbing" untuk menilai: siapa yang bakal jadi jahat, siapa yang misterius, siapa yang kelihatan lemah dan siapa yang bakal menang. Penonton seperti di"giring" Nidji untuk memihak salah satu tokoh dan menebak siapa yang jahat. Tidak mau kecewa, saya tidak mau memihak salah satu tokoh film ini. Gak mau usil menerka-nerka dan ikut alur cerita aja.

Cerita berjalan cukup cepat menurut saya, gak bertele-tele tapi juga gak terlalu istimewa. Gak ada adegan yang meledak-ledak atau "waw". Zzzzz.... Dua adegan yang cukup bikin kaget adalah penampakan Si Kecil Yanuar dan Lulu di mimpi Julie yang tampil dengan wajah yang rusak. Selebihnya? Gak ada setan disini. Namun entah kenapa saya justru merasa simpatik dan terpaut pada Yadi, tukang kebun (iya bukan sieh..?) yang ternyata masih keluarga Madame Rita, yang justru mati di tangan Madame Rita sendiri (Madame Rita gak tega ngeliat Yadi lama banget sekaratnya, jadi sekalian ditusuk hiks....

Diakhir film penonton akhirnya tersadar setelah diguyur kenyataan. Jreng! Selamat Anda Semua Keliru, mungkin itulah yang ingin disampaikan film ini. Bahwa kita gak boleh tergesa-gesa menilai seseorang dari tampilan luarnya saja. Teliti dulu, selidiki dulu, baru tau. Ooo gitu...

Jadi inget Orphan...

4 komentar:

  1. Waaa jadi pengen nonton.
    Aku suka jalan cerita yang tidak mudah ditebak

    BalasHapus
  2. kalo menurut saya, cerita film ini malah mudah ditebak

    BalasHapus
  3. Is that so? Thx berbagi sensasinya... Blm tertarik nonton.

    BalasHapus
  4. tapi terima kasih sudah meninggalkan jejak ^_^

    BalasHapus