Minggu, 18 Mei 2014

Review: House of Night



Sekolah penyempurnaan vampir? Tentang apa lagi ini?


House of Night bercerita tentang awal bagaimana seseorang bisa menjadi vampir dan sekolah untuk mempersiapkan seorang calon vampir hingga menjadi vampir dewasa. Tidak seperti yang selama ini terpatri dalam otak kita bahwa menjadi vampir disebabkan karena gigitan (serum vampir pada gigi) vampir, mereka yang kelak akan menjadi vampir hanyalah mereka yang terpilih untuk menjadi vampir. Mereka akan mendapat sebuah tanda gurat di dahinya seperti bentuk bulan sabit yang akan menjadi sempurna seiring kesiapannya menjadi vampir dewasa.

Adalah Zoey, gadis enam belas tahun, baru saja memutuskan kembali ke loker untuk mengambil buku geometri ketika seorang -entah harus menyebutnya apa- zombie, berbicara padanya dalam bahasa kuno. Tadinya dia tidak menyadarinya hingga dia merasakan ada sesuatu yang menggelitik dahinya. Dia mendapat Tanda.

Mereka yang mendapat Tanda seharusnya segera diantar ke House of Night, sekolah khusus vampir, karena jika tidak maka mereka akan mati karena sakit. Tapi bukannya diantar ke House of Night, orang tua Zoey malah memanggil pendeta dan memulai doa berantai. Zoey mengambil keputusan, dia kabur.

Pelarian Zoey adalah ke rumah sang nenek yang dia percaya akan selalu membantunya. Saat tiba di rumah sang nenek, Zoey menemukan secarik kertas yang bertuliskan bahwa nenek sedang berada di ladang bunga lavender. Dalam perjalanan mencari sang nenek, Zoey mengalami kecelakaan yang membawanya pada peristiwa yang menjadikannya istimewa dan luar biasa. Saat tersadar, Zoey telah berada di sekolah barunya. House of Night.

Seperti novel-novel bertema sama, sang tokoh utama tentu saja istimewa, dibicarakan (dan hampir dibenci) semua orang, ada seseorang yang akan menjadi musuh utama namun juga memiliki beberapa teman setia yang lucu, pintar dan menyenangkan. Jangan khawatir, kita akan menjumpainya disini. Tapi yang bikin iri adalah mata pelajaran di sekolah vampir ini keren banget!

Zoey memang berbeda, dia sangat istimewa. Dan Tandanya adalah sebuah tanda yang mengisyaratkannya dengan jelas. Jadi gak usah heran kalo ada cowok vampir paling cakep dan populer tiba-tiba suka sama dia dan ngajak dia kencan atau Zoey yang bisa memegang kendali dan menghentikan sebuah kekacauan atau bencana besar. Itu juga akan kita temui disini. Sayang, cerita House of Night bersambung di novel berikutnya.

Oiya, walau di dalam novel terdapat beberapa ritual yang melantunkan mantra (yang katanya) dalam bahasa kuno, kalimat mantra tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia terdengar cukup indah dan bijaksana. Menjadi salah satu poin yang saya suka.

Secara keseluruhan novel ini cukup menyenangkan dan karena saya sedang berbaik hati, tiga bintang boleh lah disematkan padanya ^_*

2 komentar:

  1. Keren. Mampir ya http://imamabil.wordpress.com

    BalasHapus
  2. Jadi pengen punya pacar Vampir :)

    Asiqurrahman.blogspot.com

    BalasHapus