Minggu, 03 April 2016

Tuhan, Izinkan Aku Bertaubat

Bagaimana bisa aku mengaku cinta?
Sedang hatiku sering kali mendua
Lidahku berkelit dan mengaku rindu
Padahal itu hanya bibir yang dipenuhi nafsu


Syair-syair yang menasbihkan namaMu
Hanya tipu daya yang membelenggu
Hanya ingin agar orang lain tahu
Bahwa kita dekat seperti jemari yang menyatu

Maksiat yang kubuat tersembunyi akibat kicauan indah di media sosial tentang ibadat
Menipu teman, sahabat, handai taulan dan kerabat, di dalam jubah aku asik menebar ghibah
Kuhitung amal dengan nilai dan jumlah pahala
Seakan Tuhan adalah pedagang penjaja surga

Selamat malam, Tuhan
Engkau yang begitu baik dan tak pernah mengabaikan harapan

Izinkan aku bertaubat sekali lagi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar