Dalam irisan tart berwarna pekat
Bernama Devil's Food Cake serupa laknat
Adalah kopi negeri Indian sebagai sejawat
Di sebuah cafe dengan lagu yang terus menghentak
Aku terdampar melepas penat
Langitku mendung berwarna gelap
Laju roda-roda yang hanya dapat kulihat
Dan rentetan kejadian yang tak pernah tersekat
Sendiri dalam balut keheningan
Tenang tanpa bisik ketergesaan
Meliburkan diri dari segala kepentingan
Dalam kepasrahan aku menghadap Tuhan..
Bernama Devil's Food Cake serupa laknat
Adalah kopi negeri Indian sebagai sejawat
Di sebuah cafe dengan lagu yang terus menghentak
Aku terdampar melepas penat
Langitku mendung berwarna gelap
Laju roda-roda yang hanya dapat kulihat
Dan rentetan kejadian yang tak pernah tersekat
Sendiri dalam balut keheningan
Tenang tanpa bisik ketergesaan
Meliburkan diri dari segala kepentingan
Dalam kepasrahan aku menghadap Tuhan..

Wah..wah.. puisinya benar-benar keren..
BalasHapusDiksi demi diksi begitu indah.. salut... sudah berapa lama belajar nulis puisi? Pasti yang nulis banyak baca buku puisi, hingga begitu terasa setiap kata memberikan banyak makna..
Salam kenal....
Afwan.. Pujiannya terlalu berlebihan ah pak, sy masih dalam proses belajar hehhe
HapusSalam kenal.. Terima kasih sudah meninggalkan jejak
keren mbak,terus berkarya :)
BalasHapussalam kenal ya.
Salam kenal, terimakasih sudah meninggalkan jejak :-D
Hapus