Aku adalah sebagian yang hilang dari tubuh seseorang. Tuhan
memisahkan aku darinya untuk kemudian dipersatukan kembali dalam sebuah ikatan.
Kami dipisahkan untuk satu tujuan.
Aku adalah sebagian yang hilang dari tubuh seseorang. Tuhan
menciptakanku dari dari salah satu bagian tubuh sang pemilik yang sedang
terlelap. Dia mengambilnya perlahan agar sang pemilik tubuh tidak menyadarinya.
Wahai pemilik bagian tubuh yang hilang, adakah kau mendengar
suaraku? Adakah kau merasakan hatiku? Adakah kau merindukanku? Adakah kau ingin
bertemu?
Wahai pemilik bagian tubuh yang hilang, maafkan aku yang
pergi terlalu jauh. Semoga kau masih setia menungguku. Semoga kau tak lelah
mencariku. Semoga nanti kau mengenali bagaimana pun rupaku saat kita bertemu.
Semoga kau sempatkan waktu untuk menjemputku.
Wahai pemilik bagian tubuh yang hilang, maafkan jika nanti
aku membuatmu marah. Terlalu lama kita berpisah sehingga aku lupa bagaimana
harus membuatmu bahagia. Ajari aku lagi bagaimana agar ku bisa membuatmu
tersenyum. Kumohon jangan lelah atau marah, aku akan berusaha menjadi bagian
darimu lagi.
Wahai pemilik bagian tubuh yang hilang, aku adalah bagian
darimu yang dipisahkan untuk kemudian bersatu. Jadilah pemimpinku. Jadilah
penuntunku. Genggam tanganku saat mendaki bukit terjal dengan batu-batu besar
atau saat menyusuri jalan berliku penuh kerikil-kerikil tajam.
Wahai pemilik bagian tubuh yang hilang, aku disini
menunggumu…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar