Senin, 26 Maret 2012

Rasanya Lebih Dari Itu

Kita tertawa. Duduk menikmati secangkir kopi hangat dan sepotong kue yang selalu kita suka, entah sejak kapan. Selalu saja kau yang bertanya dan membiarkan aku berpikir untuk menjawabnya. Seperti itu lah kita. Entah kau sadar atau tidak.

Langit masih saja terang walau kita tahu waktu tak lagi siang. Sepertinya matahari membiarkan kita berlama-lama menikmati cahayanya. Saling bertukar tanya, menikmati canda dan tawa yang sepertinya tak akan pernah habis tersisa.

Lalu kau bertanya tentang dadaku yang kadang sesak terasa. Aku hanya menggeleng tak ingin menjawabnya. Sungguh. Aku tak sakit. Sesak ku itu, ahh.. lupakan saja. Kau tersenyum, memandangku dengan binar yang selalu membuatku hilang sadar. Lembut, kau sentuh punggungku dan mengusapnya pelan. Aku diam.

Bagaimana? Kau bertanya. Aku hanya tersenyum. Dan kita kembali bicara, tentang hal lain yang membuat kita tertawa hingga akhirnya kau lupa. Lupa akan hal yang kau tanya. Ya, hanya kau. Aku tidak.

Menenangkan. Rasanya hampir seperti itu. Hangat. Melegakan. Tidak sebanding dengan sesak di dada. Rasanya lebih dari itu, jika kau ingin tahu… 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar