Sabtu, 05 Maret 2011

Tak Ada Pembanding

Beberapa hari yang lalu, lagi-lagi saya dihadang dengan pertanyaan yang sudah saya hapal betul oleh seorang teman. Kenapa saya tidak mencari pacar? Kira-kira begitu inti pertanyaan mereka. Untung saja saya sudah mempersiapkan jawabannya.

Mungkin agak aneh bagi sebagian orang tentang prinsip yang saya pegang selama ini. Sebagai perempuan normal, saya pun ingin punya seorang yang bisa menjaga saya dan bisa mendengarkan keluh kesah saya, tapi dengan begitu tanpa sadar saya melanggar prinsip saya sendiri dan saya tidak mau itu terjadi.

Saya sudah meyakinkan diri saya sejak di bangku SMP untuk tidak pacaran dan saya punya dua alasan untuk itu. Pertama, saya menghindari dosa yang mungkin bisa saya perbuat jika saya berpacaran dan yang kedua saya menghindari pembandingan di hati saya agar saya bisa menerima calon suami saya kelak apa adanya.

Sebagai seorang manusia, entah sadar ataupun tidak, saat kita memiliki sesuatu yang baru kita akan membandingkan dengan apa yang sudah kita punya. Misal, handphone saya yang lama gak ada kameranya, kalo handphone saya yang baru lengkap banget, baju yang ini udah gak enak dipakai kalo baju yang baru ini udah nyaman, modis lagi. Begitupun dengan pacar.

Sebagai seorang yang punya banyak kekurangan, saya tentu tidak mau orang lain membanding-bandingkan saya dengan orang lain. Karena saya tidak mau dibanding-bandingkan maka saya pun berusaha untuk tidak membanding-bandingkan. Saya tentu tidak mau calon suami saya nanti berkata, “Kamu itu tidak seperti pacar pertama saya, dia itu pengertian, sabar, lucu lagi.” Saya tentu akan sakit hati jika dia berkata demikian. Jadi, karena saya tidak mau diperlakukan seperti itu maka saya pun harus memperlakukan calon suami saya nanti secara istimewa. Saya ingin calon suami saya kelak adalah orang yang pertama dan terakhir untuk saya. Tak ada pembanding agar saya bisa benar-benar menerima dan menyayanginya.

InsyaAllah.. insyaAllah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar